Red Bow Tie

Rabu, 04 November 2015

JANGAN MENCONTEK


 
 Sebagai pelajar tentu kita mempunyai kewajiban untuk belajar.
Tapi terkadang banyak pelajar yang melupakan kewajiban tersebut. Mereka malas belajar dan mengerjakan tugas. Sehingga mereka kadang kurang memahami pelajaran-pelajaran yang ada.
Padahal apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan nasib kita besok.
Saat hasil ujian dibagi, biasanya kita akan menyesal dan berkata “kenapa aku kemarin tidak belajar!!” kita merasa sangat kecewa dengan hasil ujian yang kita dapat karena tidak belajar. Apalagi jika guru meminta kita meminta tanda tangan orang tua di lembar jawab yang sudah tertera nilai yang kurang baik.
Ketakutan akan dimarahi orang tua karena nilai anjlok membuat para pelajar mengikuti bisikan-bisikan setan. Dengan mencontek misalnya. Setan yang tidak kelihatan itu seolah-olah berkata “MENCONTEKLAH... MENCONTEKLAH....”
Zaman sekarang tren mencontek sudah menyebar luas di kalangan pelajar. Ditambah lagi dengan pelajaran yang terasa semakin sulit membuat pelajar tidak punya jalan keluar lain selain mencontek agar mendapat nilai bagus.
Banyak sekali cara mencontek yang sudah menyebar luas di kalangan pelajar.
Misalnya menyelipkan kertas di kaus kaki, mencatat rumus di sela-sela jari atau bahkan di kuku, menyimpan kertas yang sudah terdapat tulisan yang sangaaaat kecil di dalam saku seragam dan masih banyak lagi.
Jika contekan yang telah kita buat tidak dapat menjawab soal-soal ujian, bertanya dengan teman adalah alternatif lain. Disinilah kita memacu adrenali. Beruntung jika tidak ketahuan, tapi jika ketahuan akan beresiko sangat fatal. Apalagi guru yang menjadi pengawas adalah guru killer. Ada 2 kemungkinan yang akan dilakukan pelajar yang tidak tau jawaban ujian. Pertama pelajar akan diam dan pasrah dengan nilai yang akan didapat yang tentu saja kurang memuaskan. Atau kedua, pelajar nekat bertanya kepada temannya karena kita tidak tahu sama sekali.
Merupakan suatu keberuntungan yang besar jika kita tidak ketahuan, tapi kalau guru pengawas tiba-tiba datang ke meja kita dan menggebraknya, maka sama saja. Guru pengawas yang emosi biasanya akan langsung menyobek lembar jawab kita dan kita tidak dapat nilai sama sekali.
Jadi, mana yang akan kalian pilih?
Menyontek dengan nilai dan resiko yang besar? Atau jujur yang tentu saja tanpa resiko?
Perlu diingat, jawaban teman juga belum tentu benar.
Jadi, bukankah lebih baik jujur dan mengerjakan sendiri?
Itu akan mengukur kemampuan kita juga, kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar