Sebagai pelajar tentu kita mempunyai kewajiban untuk belajar.
Tapi terkadang banyak pelajar yang melupakan kewajiban tersebut.
Mereka malas belajar dan mengerjakan tugas. Sehingga mereka kadang kurang
memahami pelajaran-pelajaran yang ada.
Padahal apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan nasib kita
besok.
Saat hasil ujian dibagi, biasanya kita akan menyesal dan berkata
“kenapa aku kemarin tidak belajar!!” kita merasa sangat kecewa dengan hasil
ujian yang kita dapat karena tidak belajar. Apalagi jika guru meminta kita
meminta tanda tangan orang tua di lembar jawab yang sudah tertera nilai yang
kurang baik.
Ketakutan akan dimarahi orang tua karena nilai anjlok membuat para
pelajar mengikuti bisikan-bisikan setan. Dengan mencontek misalnya. Setan yang
tidak kelihatan itu seolah-olah berkata “MENCONTEKLAH... MENCONTEKLAH....”
Zaman sekarang tren mencontek sudah menyebar luas di kalangan
pelajar. Ditambah lagi dengan pelajaran yang terasa semakin sulit membuat
pelajar tidak punya jalan keluar lain selain mencontek agar mendapat nilai
bagus.
Banyak sekali cara mencontek yang sudah menyebar luas di kalangan
pelajar.
Misalnya menyelipkan kertas di kaus kaki, mencatat rumus di
sela-sela jari atau bahkan di kuku, menyimpan kertas yang sudah terdapat
tulisan yang sangaaaat kecil di dalam saku seragam dan masih banyak lagi.
Jika contekan yang telah kita buat tidak dapat menjawab soal-soal
ujian, bertanya dengan teman adalah alternatif lain. Disinilah kita memacu
adrenali. Beruntung jika tidak ketahuan, tapi jika ketahuan akan beresiko
sangat fatal. Apalagi guru yang menjadi pengawas adalah guru killer. Ada 2
kemungkinan yang akan dilakukan pelajar yang tidak tau jawaban ujian. Pertama
pelajar akan diam dan pasrah dengan nilai yang akan didapat yang tentu saja
kurang memuaskan. Atau kedua, pelajar nekat bertanya kepada temannya karena
kita tidak tahu sama sekali.
Merupakan suatu keberuntungan yang besar jika kita tidak ketahuan,
tapi kalau guru pengawas tiba-tiba datang ke meja kita dan menggebraknya, maka
sama saja. Guru pengawas yang emosi biasanya akan langsung menyobek lembar
jawab kita dan kita tidak dapat nilai sama sekali.
Jadi, mana yang akan kalian pilih?
Menyontek dengan nilai dan resiko yang besar? Atau jujur yang
tentu saja tanpa resiko?
Perlu diingat, jawaban teman juga belum tentu benar.
Jadi, bukankah lebih baik jujur dan mengerjakan sendiri?
Itu akan mengukur kemampuan kita juga, kan?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar